Anggota Prioritas
Selamat datang di website
PT. CIPTA VISI SINAR KENCANA ( CVSK) - WWW.KENCANAONLINE.COM

Mesin Pupuk Organik Granul ( POG)

  • Harga
    ≥ 1 Unit Rp 495.000.000,- ( CKD termasuk Instalasi)- Loco Bandung
  • Min Pembelian 1
  • SatuanUnit
  • Update Terakhir09/01/2016
  • Formulir Pemesanan
  • Jumlah Unit
  • Pesan

Info Produk

Upaya mendukung peningkatan kualitas pupuk organik- salah satunya- ditempuh dengan penyediaan alat mesin bagi penyajian pupuk organik sehingga menarik minat petani pengguna. Berikutnya, keberadaan teknologi dan sumber bahan baku murah bagi pencampuran dalam pengkayaan ( enrichment) unsur hara. Dengan keberadaan teknologi alat mesin granulator, kompos - sebagai bahan baku terbesar ( berasal dari sampah organik di perkotaan) - yang tersedia bagi pengembangan pertanian organik, dapat disajikan lebih praktis, efisien dan relatif murah di mata petani.

Pupuk organik yang berasal dari kompos dan bahan pengkayaan lainnya kini bisa dibuat dalam bermacam-macam bentuk meliputi bentuk curah kasar, curah halus, tablet, pelet, briket, atau granul.

Perkembangan permintaan terhadap kompos padat dan atas pertimbangan kemudahan dalam aplikasi pemupukan, kini banyak kompos dibentuk granul. Bentuk granul- butiran seperti bentuk kacang hijau sampai bentuk kacang kedelai ukuran 2 mm sampai 4 mm- juga memungkinkan penambahan unsur hara organik lain ( sumber Kalium dari abu janjang sawit) , sumber P2O5 ( dari Phosphates Alam) dan sumber Carbon ( meningkatkan rasio C/ N dari lignit atau batubara muda) serta zat pengatur tumbuh ( ZPT) dan mikroba pelarut.

Satu set alat mesin granulator Biophoskko dengan kapasitas output pupuk organik grannul 1 ton/ jam terdiri dari :

A. Satu ( 1) penghancur atau penghalus bahan ( hammer mill atau crusher) kapasitas 2 ton/ jam,

1. Drum : Ø 650 x 1.000 mm
Electromotor 10 HP, 3 Phase
Gearbox Tupe 175, Kapasitas 250 kg / batch

2. Scrapper : Material MS ` 8 mm
Electromotor 5 HP, 3 Phase

3. Blade : Material ST 45

4. Electromotor : 10 HP, 3 Phase

5. Kapasitas : 2 Ton per Jam

B. Satu ayakan ( sifter machine atau rotary screen) kaps 2 Ton/ jam,

1. Frame : - ( 800 x 2.500 x 1.000) mm, Material MS UNP 100

2. Screen : Dimensi ( Ø 600 x 2.000) mm, Wiremesh 2 mm & 6 mm, Material SUS 304

3. Electromotor : 3 HP, 3 Phase

4. Kapasitas : 2 Ton per Jam

C. Satu Tungku burner ( bahan bakar sumber batu bara) kapasitas 2 Ton/ jam terdiri dari:

1. Dimensi : ( 1.200 x 1.200 x 1.700) mm,

2. Blower : output 3”

3. Bata Api SK-34

4. Castable

D. Satu pengering ( rotary dryer) diameter 760 mm, kapasitas @ 1 ton/ jam/ unit,

1. Drum : - Ø 975 x 12.000 mm, - Material MS ` 8 mm

2. Electromotor : 10 HP, 3 Phase

3. Gearbox : Type 155 TKV

4. Exhaust : 3 HP

5. Temperature Control

6. Kapasitas : 2 Ton per Jam

E. Dua ( 2) unit parabola pembentuk granul ( pan granulator diameter 3 m) kaps 1 ( satu) ton/ jam.

1. Parabola : ø 3.000 mm, MS ` 6 mm,

2. Elektro Motor : - 15 HP, Gearbox Type 175

3. Frame : BEAM Profil

Diluar paket alat utama diatas, dapat ditambahkan 4 set pembawa ( conveyor belt) . Conveyor belt terdiri dari 2 unit untuk feeding bahan pencampuran pupuk organik granul ( kompos curah, abu janjang sawit, phospat, mikroba dan zeolit dan lignit) ke pengering ( dryer) dilengkapi vibrator screen, 1 unit set conveyor granul ke pengering ( dryer) dan 1 set belt sebagai pembawa ( feeding) ke ayakan ( sifter atau screen) . Penetapan harga conveyor adalah Rp 13, 5 juta/ m.

Pengeringan bertujuan menyiapkan bahan agar mudah dihancurkan dan dihaluskan dengan menggunakan alat pengering ( rotary dryer) . Target kadar air kompos kering kurang lebih 20 persen. Kompos yang sudah kering kemudian digiling dengan mesin giling ( hammer mill) untuk mencapai tingkat kehalusan kompos yang diperlukan minimal 80 mesh.

Selanjutnya, proses granulasi dengan menggunakan pan granulator. Alat ini berbentuk piringan yang berputar. Ukuran pan piringan bisa bermacam-macam, namun dalam paket ini pan granulator memiliki ukuran garis tengah ( diameter) 3 m.

Langkah berikutnya adalah pengeringan granul hingga mencapai kadar 4 persen hingga 12 persen ( standar Departemen Pertanian RI) atau hingga 20 persen ( bagi penggunaan sendiri) . Setelah pengeringan kemudian feeder conveyor belt akan membawa ke pengayakan untuk memisahkan pupuk granul organik hingga lolos mesh 60 sampai 100.

Dan langkah terakhir, setelah sortir dan pengeringan adalah pengemasan pupuk organik granul. Ukuran kemasan memiliki kapasitas volume 50 kg. Kemasan juga bisa menggunakan karung PE dengan ukuran 25 - 30 kg+ + )