Hi, Guest!

  LOKASI :  Bandung West Java

  AKTIVITAS :  16/01/2019

Bergabung Selama : 15 Tahun

BAGIKAN :   

Bagikan :
Penyedia Teknologi Mesin dan Enzim www.kencanaonline.com

Mesin Pencacah Organik ( MPO) 500 HD [ Chopper Machine]

Update Terakhir
:
12 / 01 / 2019
Min. Pembelian
:
2
Harga
Rp. 11.995.000
Bagikan
:
Berbagi kiat dan pengalaman PT Cipta Visi Sinar Kencana penyedia teknologi biodigester, piroliser, komposter, gasifier [Biophos_kkoGas] berikut ( agen hayati, bakteri dan enzim) katalog produk https://www.kencanaonline.com bidang pengelolaan sampah, limbah dan biomassa mendukung bioindustri dan bioenergi.

https://www.kencanaonline.com/

Detail Mesin Pencacah Organik ( MPO) 500 HD [ Chopper Machine]

Proses pelapukan bahan organik dipengaruhi oleh faktor-faktor - yang memperngaruhi proses pengomposan antara lain oleh Rasio C/ N yang efektif untuk proses pengomposan berkisar antara 30: 1 hingga 40: 1. Mikroba memecah senyawa C sebagai sumber energi dan menggunakan N untuk sintesis protein. Pada rasio C/ N di antara 30 s/ d 40 mikroba mendapatkan cukup C untuk energi dan N untuk sintesis protein. Apabila rasio C/ N terlalu tinggi, mikroba akan kekurangan N untuk sintesis protein sehingga dekomposisi berjalan lambat. -------------------------------------------------------- Uk uran Partikel Aktivitas mikroba berada diantara permukaan area dan udara. Permukaan area yang lebih luas akan meningkatkan kontak antara mikroba dengan bahan dan proses dekomposisi akan berjalan lebih cepat. Ukuran partikel juga menentukan besarnya ruang antar bahan ( porositas) . Untuk meningkatkan luas permukaan dapat dilakukan dengan memperkecil ukuran partikel bahan tersebut. --------------------------------------------------- - Pengomposan yang cepat dapat terjadi dalam kondisi yang cukup oksigen( aerob) . Aerasi secara alami akan terjadi pada saat terjadi peningkatan suhu yang menyebabkan udara hangat keluar dan udara yang lebih dingin masuk ke dalam tumpukan kompos. Aerasi ditentukan oleh posiritas dan kandungan air bahan( kelembaban) . Apabila aerasi terhambat, maka akan terjadi proses anaerob yang akan menghasilkan bau yang tidak sedap. Aerasi dapat ditingkatkan dengan melakukan pembalikan atau mengalirkan udara di dalam tumpukan kompos. Porositas adalah ruang diantara partikel di dalam tumpukan kompos. Porositas dihitung dengan mengukur volume rongga dibagi dengan volume total. Rongga-rongga ini akan diisi oleh air dan udara. Udara akan mensuplay Oksigen untuk proses pengomposan. Apabila rongga dijenuhi oleh air, maka pasokan oksigen akan berkurang dan proses pengomposan juga akan terganggu. Kelembaban ( Moisture content) memegang peranan yang sangat penting dalam proses metabolisme mikroba dan secara tidak langsung berpengaruh pada suplay oksigen. Mikrooranisme dapat memanfaatkan bahan organik apabila bahan organik tersebut larut di dalam air. Kelembaban 40 - 60 % adalah kisaran optimum untuk metabolisme mikroba. Apabila kelembaban di bawah 40% , aktivitas mikroba akan mengalami penurunan dan akan lebih rendah lagi pada kelembaban 15% . Apabila kelembaban lebih besar dari 60% , hara akan tercuci, volume udara berkurang, akibatnya aktivitas mikroba akan menurun dan akan terjadi fermentasi anaerobik yang menimbulkan bau tidak sedap. ----------------------------- Salah satu tahapan menyiapkan pengomposan sampah organik yang penting adalah pengecilan ukuran bahan organik. Pengecilan ukuran sampah bisa dilakukan dengan merajang atau mencacah dengan mesin pencacah. Mesin pencacah ini berguna untuk memudahkan proses pencacahan sampah organik menjadi kompos. Sampah organik ( material sisa berasal dari makhluk hidup meliputi manusia, hewan danm tumbuhan) akan lebih cepat terurai jika berukuran kecil ( 10- 15 mm) sehingga lebih mudah dalam penanganan. Spesifikasi MPO 500 HD Honda ( 5.5 Hp) Kapasitas Kerja : 500-700 kg/ jam; Dimensi Keseluruhan : 1100x680x1350 mm; Dimensi Penghancur : 1100x400x1350 mm; Ukuran Pemasukan : 200x120x200 mm; Panjang Drum : 420 mm; Diameter drum dengan pisau : 400 mm; Berat Unit : 100 kg; Berat Keseluruhan : 165 kg; Jumlah Pisau : 18 buah; Lebar/ Tebal pisau : 50/ 12 mm ( bisa buka pasang satu persatu) ; Bahan Pisau : Baja Karbon; Kekerasan Pisau : 500 HV atau HRC 50; Material : Plat Esyer 2-3 mm; Konstruksi : Plat siku/ UNP; Roda : 4 buah ukuran 8 inch. Mesin Penggerak Honda Gx 160 Daya : 5.5 HP Tipe Mesin : Air Cooled 4 Tak OHV Single Cylinder, Horizontal Shaft Volume Silinder : 163 cc Bore x Stroke : 68 x 45 mm Rasio Kompresi : 9 : 1 Torsi Maksimum : 10.3 Nm / 2500rpm Output Maksimum : 5.5 HP / 3600 rpm Output Net : 4.8 HP / 3600 rpm Starter : recoil Kapasitas Tangki : 3.1 liter Kapastias Oli : 0.6 liter Sistem Ignisi : T.M.I Air Cleaner : Semi Dry Dimensi : 312 x 362 x 335 cm Made in : Thailand
Tampilkan Lebih Banyak
pt. cipta visi sinar kencana
pt. cipta visi sinar kencana

PT. Cipta Visi Sinar Kencana

PREMIUM GOLD 15 Tahun
Jl Desa Langonsari Karikil, Kec Pameungpeuk Bandung Selatan, Pameungpeuk KM 13, Bandung West Java
Indonesia 40376
Bandung West Java
16 / 01 / 2019
Hubungi Kami

Detail Mesin Pencacah Organik ( MPO) 500 HD [ Chopper Machine]

Proses pelapukan bahan organik dipengaruhi oleh faktor-faktor - yang memperngaruhi proses pengomposan antara lain oleh Rasio C/ N yang efektif untuk proses pengomposan berkisar antara 30: 1 hingga 40: 1. Mikroba memecah senyawa C sebagai sumber energi dan menggunakan N untuk sintesis protein. Pada rasio C/ N di antara 30 s/ d 40 mikroba mendapatkan cukup C untuk energi dan N untuk sintesis protein. Apabila rasio C/ N terlalu tinggi, mikroba akan kekurangan N untuk sintesis protein sehingga dekomposisi berjalan lambat. -------------------------------------------------------- Uk uran Partikel Aktivitas mikroba berada diantara permukaan area dan udara. Permukaan area yang lebih luas akan meningkatkan kontak antara mikroba dengan bahan dan proses dekomposisi akan berjalan lebih cepat. Ukuran partikel juga menentukan besarnya ruang antar bahan ( porositas) . Untuk meningkatkan luas permukaan dapat dilakukan dengan memperkecil ukuran partikel bahan tersebut. --------------------------------------------------- - Pengomposan yang cepat dapat terjadi dalam kondisi yang cukup oksigen( aerob) . Aerasi secara alami akan terjadi pada saat terjadi peningkatan suhu yang menyebabkan udara hangat keluar dan udara yang lebih dingin masuk ke dalam tumpukan kompos. Aerasi ditentukan oleh posiritas dan kandungan air bahan( kelembaban) . Apabila aerasi terhambat, maka akan terjadi proses anaerob yang akan menghasilkan bau yang tidak sedap. Aerasi dapat ditingkatkan dengan melakukan pembalikan atau mengalirkan udara di dalam tumpukan kompos. Porositas adalah ruang diantara partikel di dalam tumpukan kompos. Porositas dihitung dengan mengukur volume rongga dibagi dengan volume total. Rongga-rongga ini akan diisi oleh air dan udara. Udara akan mensuplay Oksigen untuk proses pengomposan. Apabila rongga dijenuhi oleh air, maka pasokan oksigen akan berkurang dan proses pengomposan juga akan terganggu. Kelembaban ( Moisture content) memegang peranan yang sangat penting dalam proses metabolisme mikroba dan secara tidak langsung berpengaruh pada suplay oksigen. Mikrooranisme dapat memanfaatkan bahan organik apabila bahan organik tersebut larut di dalam air. Kelembaban 40 - 60 % adalah kisaran optimum untuk metabolisme mikroba. Apabila kelembaban di bawah 40% , aktivitas mikroba akan mengalami penurunan dan akan lebih rendah lagi pada kelembaban 15% . Apabila kelembaban lebih besar dari 60% , hara akan tercuci, volume udara berkurang, akibatnya aktivitas mikroba akan menurun dan akan terjadi fermentasi anaerobik yang menimbulkan bau tidak sedap. ----------------------------- Salah satu tahapan menyiapkan pengomposan sampah organik yang penting adalah pengecilan ukuran bahan organik. Pengecilan ukuran sampah bisa dilakukan dengan merajang atau mencacah dengan mesin pencacah. Mesin pencacah ini berguna untuk memudahkan proses pencacahan sampah organik menjadi kompos. Sampah organik ( material sisa berasal dari makhluk hidup meliputi manusia, hewan danm tumbuhan) akan lebih cepat terurai jika berukuran kecil ( 10- 15 mm) sehingga lebih mudah dalam penanganan. Spesifikasi MPO 500 HD Honda ( 5.5 Hp) Kapasitas Kerja : 500-700 kg/ jam; Dimensi Keseluruhan : 1100x680x1350 mm; Dimensi Penghancur : 1100x400x1350 mm; Ukuran Pemasukan : 200x120x200 mm; Panjang Drum : 420 mm; Diameter drum dengan pisau : 400 mm; Berat Unit : 100 kg; Berat Keseluruhan : 165 kg; Jumlah Pisau : 18 buah; Lebar/ Tebal pisau : 50/ 12 mm ( bisa buka pasang satu persatu) ; Bahan Pisau : Baja Karbon; Kekerasan Pisau : 500 HV atau HRC 50; Material : Plat Esyer 2-3 mm; Konstruksi : Plat siku/ UNP; Roda : 4 buah ukuran 8 inch. Mesin Penggerak Honda Gx 160 Daya : 5.5 HP Tipe Mesin : Air Cooled 4 Tak OHV Single Cylinder, Horizontal Shaft Volume Silinder : 163 cc Bore x Stroke : 68 x 45 mm Rasio Kompresi : 9 : 1 Torsi Maksimum : 10.3 Nm / 2500rpm Output Maksimum : 5.5 HP / 3600 rpm Output Net : 4.8 HP / 3600 rpm Starter : recoil Kapasitas Tangki : 3.1 liter Kapastias Oli : 0.6 liter Sistem Ignisi : T.M.I Air Cleaner : Semi Dry Dimensi : 312 x 362 x 335 cm Made in : Thailand
Tampilkan Lebih Banyak