Mesin Kompos Rotary Kiln Elektrik [ RKE 2000 L]

Min. Pembelian
0
Update Terakhir
10 / 01 / 2016
  • Harga
    Hubungi Kami

Jl Desa Langonsari Karikil, Kec Pameungpeuk Bandung Selatan, Pameungpeuk KM 13, Bandung West Java
Indonesia 40376

Kota
Bandung West Java
Login Terakhir
01 / 04 / 2016
Member Sejak
Jan 2004
Atau Hubungi:
08XX-XXX-XXX

Detail Mesin Kompos Rotary Kiln Elektrik [ RKE 2000 L]

Rotary Elektrik Biophosko® RKE- 2000 L berdimensi PLT ( panjang= 280 cm, lebar= 230 cm, tinggi= 200 cm) terbuat dari bahan fiber resin murni dengan ketebalan 3 mm, peralatan aerasi, motor listrik 5 HP ( 3 Phase 220V/ 380V) 5000 watt, reducer dan tangga logam. Alat mesin Rotary Elektrik ( RKE) ini merupakan solusi masalah sampah pertanian ( kotoran hewan, tandan kosong kelapa sawit / TKKS, janjang sawit kosong, material sisa panen, jerami, dll) maupun sampah rumah dapur ( rumah tangga, restoran, hotel) serta sampah domestik dari lingkungan komplek perumahan ( Real Estate) , taman kota dan public area lainnya.

Kategori sampah organik ( food waste) atau yang bisa terdegradasi meliputi: sisa makanan, kertas, sisa ikan dan duri ikan, kulit buah-buahan, potongan sayuran, kain bahan katun, dll. Jadi bahan organik dapat juga diartikan semua material yang berasal dari makhluk hidup meliputi hewan, manusia dan tumbuhan. Merubah sampah organik menjadi sesuatu produk baru - dan bermanfaat seperti kompos, akan berguna dalam memelihara kesuburan tanah, menambah lapisan humus tanah, mengikat tanah berderai dan sebagai pasokan hara atau nutrisi bagi tanaman. Kompos akan berguna bagi semua tanaman di sekitar lingkungan sendiri seperti taman di perumahan, hotel, restoran, dan lingkungan RW. Kompos dapat juga dijual ke petani, atau konsinyasi ke pedagang tanaman hias sepanjang jalan di perkotaan, dijual ke pemilik taman, kepada kalangan hobies tanaman dan bunga serta kepada para pengusaha perkebunan.

Sederhana dan mudah dalam pengaplikasiannya, tinggal siapkan sampah organik sebanyak 6 m³ atau setara dengan berat 2 ton. Sampah harus dibuat ukuran kecil-kecil ( sekitar 10-15 mm) dengan cara dirajang atau dicacah menggunakan alat mesin pencacah ( chopper) menjadi seukuran 15 mm sampai 50 mm ata setara dengan sampah dapur ( rumah tangga, hotel dan restoran) . Sampah yang berasal dari lingkungan pemukiman, hotel dan rumah tangga memang pada umumnya sudah berukuran kecil, sehingga sebenarnya tidak memerlukan dan tidak tergantung pada keberadaan pencacah ( chopper) .

Sampah, kemudian masukan ke dalam Komposter ( Rotary Klin) . Di tempat lain, siapkan larutan mikroba ( probiotik) Green Phoskko® ( GP-1) sebanyak 8 Pack @ 250 g atau 2 kg ( 1 permil dari bahan sampah sekitar 2 ton berat bahan baku kompos berupa sampah organik) , juga tambahkan molases ( tetes tebu) atau gula pasir sekitar 10 sd 50 sendok makan dan larutkan dalam air sebanyak 15-20 liter. Aduk hingga merata dan simpan 2-4 jam agar organic decomposer Green Phoskko® ini terlarut secara merata. Setelah diperkirakan terlarut, siramkan larutan Green Phoskko® decomposer ( Activator Kompos) keatas tumpukan sampah organik dalam komposter.

Kemudian campurkan penggembur ( bulking agent) Green Phoskko® ( GP-2) sebanyak 60 kg ( 3 persen % dari 2 Ton bahan sampah) dan hidupkan engine penggerak rotary yang tersedia.

Penggunaan motor rotary dari penggerak engine cukup selama 15 menit/ sekali sebanyak 5 kali per hari. Dengan berputarnya drum akan membalikan dan meratakan pencampuran semua bahan sampah didalamnya. Disamping itu, fungsi pembalikan agar terjadi agar menaikan homogenitas aneka bahan serta meningkatnya aerasi yakni bertambahnya oksigen kedalam rongga bahan kompos.

Setelah 1 - 2 hari kemudian akan terjadi reaksi berupa panas, jika bagian dalam drum diukur menggunakan thermometer akan berada pada kisaran temperatur 30 sampai 50 derajat celcius. Suhu 50 derajat celcius suatu kondisi suhu mesofilik - yang baik bagi bekerjanya konsorsium mikroba probiotik ( bakteri aktinomycetes- spesies aktinomyces naeslundii, Lactobacillus spesies delbrueckii, Bacillus Brevis, Saccharomyces Cerevisiae, ragi, dan jamur serta Cellulolytic Bacillus Sp) . Hingga hari ke 3 sampai ke 5, reaksi dekomposisi tersebut umumnya akan terjadi kenaikan suhu dengan tanda-tanda dalam drum panas ( hingga 70 derajat Celcius) serta keluarnya sedikit uap, dan lakukan lagi penggembosan udara dengan cara menghidupkan motor aerator ( exhaust fan) setiap kali dianggap memerlukan asupan oksigen atau suhu diatas 55 derajat celcius.

Pada hari ke 5 sampai ke 7 jika diukur suhunya sudah dibawah 30 derajat C atau dianggap sudah dingin dan suhu normal, keluarkan bahan kompos dari dalam komposter dan simpan di tempat teduh serta tutup dengan karung kemasan ( PE) hitam untuk diangin-anginkan, dapat juga dimasukan dalam karung PE atau Goni dan ditumpuk di tempat yang teduh. Sekitar 7 hari kemudian, bahan kompos akan kering dan gembur. Ayak hingga terpisahkan antara butir lolos mess 10 mm dengan bahan ukuran besar. Gundukan butiran kecil masukan kedalam kemasan sesuai yang direncanakan. Kini anda memiliki kompos buatan anda sendiri untuk siap dijual atau tanpa kemasan jika dijadikan bahan baku pembuatan pupuk organik granul.

Komposter Tipe RKE-2000L Rotary Elektrik dioperasikan secara komersil pada Instalasi Pengolahan Kompos Kota ( IPKK) bisa berada di kawasan dekat Tempat Pembuangan Sampah Sementara ( TPS) , pasar induk, lingkungan perumahan atau kelurahan. Type Rotary Elektrik ini bisa juga dipindah sesuai keperluan ( mobile) . Suatu IPKK dengan alat mesin Rotary Elektrik ini akan memberi pendapatan bagi siapapun yang ingin memanfaatkan sampah kota sebagaoi suatu bisnis- di sekitar tempat tinggalnya seperti pensiunan, perusahaan, hotel, restaurant, koperasi karyawan, koperasi pasar, pengusaha UKM dan siapapun yang berminat melakukan usaha kompos dengan memanfaatkan sampah kota khususnya.

Petugas yang dibutuhkan cukup 1 ( satu) orang untuk memproses bahan, monitoring suhu, mengelola engine penggerak guna membalik bahan dalam komposter, mengayak serta mengemas kompos. Membuat kompos menggunakan Rotary ini akan memerlukan biaya 60 kg atau 8 kantong @ 7 kg mineral ( bulking agent) Phoskko B @ Rp 5000, -/ kg ( Rp 300.000, -) dan 8 pack aktivator kompos Phoskko A @ Rp 27, 5 rb atau total total sekitar Rp 500.000, -/ batch proses produksi 5 hari.

Bagi tujuan hasil pengolahan sampah berupa kompos dan pupuk cair untuk dijual, diperlukan 2 x 100 kemasan kompos seharga 2 x Rp 195.000, - dan 2 x 20 botol pupuk cair seharga Rp 105.000, - atau sub total Rp 600.000, -

Keluaran biaya sebesar diatas itu, akan menghasilkan 40% kompos dari berat bahan sampah organik atau semula 2 ton sampah, akan menjadi sekitar 800 kg kompos. Disamping hasil kompos padat, terdapat minimum 50 botol @ 500 ml pupuk organik cair ( liquid organic fertilizer) - yang jika dinilai semua output dari pengolahan 2 ton bahan sampah adalah Rp 2 juta hingga Rp 2.800.000, -/ batch ( proses produksi) ; Diketahui, harga kompos bermutu Rp 1000, -/ kg ditambah harga pupuk organik cair Rp 20.000, - hingga Rp 40.000, - / botol @ 500 ml.

Tambahan pendapatan akan diperoleh dengan mengolah sampah lingkungan sekitar perumahan yang berpendapatan tinggi. Jasa pengelolaan sampah dalam lingkungan akan memberi pendapatan tambahan berupa " retribusi" kebersihan - yang umum dikumpulkan oleh Rukun Warga ( RW) maupun developer. Dengan kapasitas Rotary Klin 6 m3/ sekali proses akan mampu mengolah sampah dari sekitar 350 sampai 400 rumah Indonesia. Maka jika direncanakan mengelola 400 rumah ( rata-rata banyak rumah suatu real estate atau perumahan) secara berkesinambungan setiap hari, akan diperlukan sedikitnya 5 unit Rotary Biophoskko ini.

Beberapa contoh penggunaan skala besar menggunakan beberapa unit Rotary Kiln ini antara lain Tangkolo Farm ( Sukabumi) , Pro Agri Farm ( Lembang) , Bambang Farm ( Banjaran) , yayasan Itikurih Kab Bandung, Dinas Lingkungan Hidup Majalengka, Dinas Lingkungan Hidup Bekasi, Bapedalda Donggala Sulawesi Tengah, Dinas Kebersihan Prov Maluku, Papua dan pengusahaan secara komersial di Kutai Barat, Mc Dermott Batam, PT Bridgestone di Bekasi, PT Gudang Garam Tbk, PT. Aneka Tambang di Halmahera Selatan, Perusahaan perkebunan di Balikpapan, Perusahaan PMA Korea di Papua, Pertamina RU Cilacap, Pertamina RU Plaju, dll.

Rotary Kiln Biophoskko® ini dirancang khusus bagi keperluan menyediakan alat media bagi pengaturan jumlah masukan oksigen ( aerasi) dan menjaga kelembaban, PH dan temperatur ( suhu) tertentu agar aneka bakteri populasi tinggi ( 10 pangkat 8) - dalam aktivator Green Phoskko ( GP-1) - dapat bekerja efektif dan efisien mengurai material organik. Sebagaimana diketahui, setiap jenis bakteri memiliki karakter berbeda dan juga kebutuhan khusus untuk mampu mendekomposisi material agar cepat, berkualitas dan higienis. Dengan demikian, bagi berjalannya pengomposan sesuai dengan standar teknologi Phoskko ( penguraian cepat, higienis, menghasilkan kompos berkualitas, bebas penyimpangan dari timbulan ulat dan bau) , maka penggunaan paket lengkap alat dan aktivator Green Phoskko ( GP-1) serta penggembur ( organic atau bulking agent) Green Phoskko ( GP-2) sangat direkomendasikan.

Disamping penggunaan pembuatan kompos, Rotary Kiln ini bisa difungsikan sebagai mesin pencuci buah hasil pertanian. RKM 2000 L merupakan terapan teknologi tepat guna untuk fungsi pencucian produk buah dan holtikultura.

Beberapa produk yang bisa diterapkan menggunakan mesin pencuci ini diantaranya: kentang, wortel, kacang tanah, buah apel, buah jeruk, biji kopi, dll. Mesin Pencuci didesain sedemikian hingga, sehingga sangat cocok dipakai untuk usaha perorangan, koperasi, kelompok tani dan usaha rakyat lainnya.* )

Tips Transaksi Aman

Indonetwork.co.id adalah direktori online yang mempertemukan pembeli dan penjual. Kami tidak menjamin transaksi yang terjadi diantara penjual dan pembeli, oleh karena itu kedua belah pihak diharap dapat berhati - hati dalam melakukan transaksi.

  • Telfon/email penjual sebelum transaksi.
  • Jangan terburu-buru transfer DP dengan janji harga murah,dsb.
  • Cek kesamaan semua dokumen KTP, invoice, nomor rekening, alamat usaha penjual, dsb.
  • Lakukan COD untuk pembelian pertama, jika lokasi memungkinkan.
Baca Selengkapnya >>>